Senin, 01 Desember 2014

laut mati

Penyelaman Laut Mati menemukan bentuk-bentuk baru dari kehidupan

laut mati 
laut mati Jauh si bawah permukaan yang asin dari tempat terendah di bumi, mikroorganisme dan sumber air tawar bawah tanah berkembang.

Sekumpulan besar ganggang mekarlah yang berubah Laut Mati menjadi merah pada tahun 1980-an dan ilmuwan diyakinkan tentang adanya kehidupan di danau garam yang terkenal itu.  Serangkaian riset baru oleh para peneliti bawah air memang menunjukkan bahwa Laut Mati-nya Israel memiliki sejumlah besar rahasia kehidupan yang menanti untuk diungkapkan.

Berada di tempat terendah di bumi, lebih dari seribu meter di bawah permukaan laut, Laut Mati menawarkan lebih banyak dari yang diharapkan oleh pecinta alam. Lumpur hitam yang berlendirnya adalah obat untuk gangguan kulit, keasinannya menghasilkan semacam tonik untuk gangguan kronis dari asma hingga penyakit Crohn.

Dan sekarang - sementara mereka tidak menemukan sandal Cleopatra atau perahu dayung tua dari zaman Romawi – para penyelam itu justeru menemukan rangkain baru dari mata air tawar bawah laut yang mensuplai Laut Mati. Hebatnya lagi, di mulut mata air bawah laut ini berkembang varietas baru dari mikroorganisme, yang beberapa di antaranya belum pernah dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

"Kami pergi ke mata air yang dalam hingga 150 meter dari pantai. Seseorang tidak akan mengharapkan untuk menemukan buatan tangan manusia di sana," kata Danny Ionescu, seorang Israel yang melakukan penelitian pada Max Planck Institute for Marine Microbiology (Institut Max Planck untuk Mikrobiologi Kelautan) di Bremen, Jerman.

Setelah beberapa penyelaman, ia dan mitra risetnya, Christian Lott, mengambil gambar dan membawa bukti tentang lembaran bakteri di banyak tempat di sekitar mata air tersebut. "Ini bukanlah ganggang khas yang seseorang temukan di Laut Mati," katanya kepada ISRAEL21c.


Lembaran-lembaran besar dari bakteri

"Kami temukan bahwa sebagian besar jalur biokimia biologis - semua hal yang terjadi di dalam lingkungan yang normal - juga ditemukan di Laut Mati.  Belum ada seorangpun yang menemukan lembaran mikroba fotosintetik [sebelumnya], lapisan besar yang menutupi batuan."  Dia cukup yakin bahwa mikroba ini tidak bisa bertahan jika mereka tidak dikelilingi oleh lapisan sumber air tawar.

"Sistem ini sangat beragam," tambahnya. "Sulit untuk mengatakan tentang berapa banyak spesies yang ada karena apa yang mendefinisikan spesies masih diperdebatan.  Kami punya hasil yang akan segera dipublikasikan."

Tim Ionescu juga melibatkan ilmuwan dari Hebrew University di Yerusalem dan Ben-Gurion University di Beersheva.

Para ahli biologi belum terlalu banyak memberi penekanan pada menemukan kehidupan di Laut Mati, dengan asumsi bahwa lingkungannya yang tidak bersahabat, yang dapat membunuh perenang jika airnya tertelan, tidak akan mengandung banyak hal.

"Secara umum tidak ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di dalam air Laut Mati, tetapi pekerjaan kami sekarang ini menunjukkan bahwa Laut Mati layak untuk dipelajari," lapor Ionescu.  "Di bagian bawah, yang terbuat dari inti lapisan tebal garam, orang tidak berharap untuk menemukan kehidupan."

Menyelam jauh ke dalam air Laut Mati memerlukan peralatan menyelam yang ekstrim dengan jumlah pemberat yang sangat besar untuk melawan efek super-apung di permukaan. Namun, bekerja di dalam kondisi ekstrim adalah kelebihan Ionescu, sebagaimana dia sebelumnya menteliti mata air panas di dekat Yordania.

Para penyelam mengambil sampel dari lapisan bawah air, yang sekarang sedang mereka pelajari dengan tujuan untuk menerbitkan lebih banyak laporan tentang spesies dan perilaku mikroorganisme yang tampaknya memperoleh sumber energi mereka dari belerang.


Merah-Mati?

Ionescu mengatakan bahwa penemuan ilmiah yang baru bisa mengungkapkan informasi  tambahan mengenai lingkungan sebagai konsekuensi dari pengusulan pembangunan kanal penghubung Laut Merah dan Laut Mati. Proyek yang kontroversial, yang akan membawa air Laut Merah ke Laut Mati melalui serangkaian kanal ini, adalah salah satu kemungkinan jawaban untuk mengidupkan kembali Laut Mati.

Di ujung utara, air Sungai Yordan tidak lagi mengalir ke Laut Mati seperti dulu, karena kekeringan yang berkepanjangan. Di pantai selatan danau, industri kimia dari Israel dan Yordania juga telah mempengaruhi keseimbangan Laut Mati. Hasilnya adalah kehilangan air setiap tahun, yang menyebabkan lubang-lubang yang mematikan dan ancaman bagi perkembangan industri perhotelan Laut Mati.

Tapi para pengamat lingkungan berpendapat bahwa mengalirkan air Laut Merah akan mengganggu keseimbangan rawan antara garam dan mineral yang telah membuat ekosistem Laut Mati itu unik.

Mungkinkah penelitian baru oleh Ionescu ini memberikan tambahan masukan bagi para pemerhati lingkungan untuk melindungi Laut Mati?  Ia yakin akan hal itu.

"Saya setuju bahwa Laut Mati adalah sumber daya nasional dan lingkungan yang unik di seluruh dunia serta yang harus dipertahankan," katanya. "Harus ada keseimbangan antara pemanfaatan mineral untuk tujuan ekonomi dan menjaga Laut Mati [dari penyusutan].  Laut Mati adalah lingkungan yang layak untuk dipelihara dengan berbagai potensi untuk penelitian dan untuk tujuan lain."

selat gibraltar

Straight-of-Gibraltar

Selat Gibraltar adalah selat yang memisahkan Samudera Atlantik dengan Laut Tengah. Nama Gibraltar sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu "Jabel Tariq" yang berarti Gunung Tariq. Nama ini menunjukan kepada Tariq Bin Ziyad yang berhasil menaklukkan Spanyol pada tahun 711.

Pada sisi sebelah utara Selat Gibraltar adalah Spanyol dan Gibraltar. Sedangkan sisi selatan adalah Maroko dan Ceuta. Selat Gibraltar memiliki lokasi yang sangat strategis. Kapal-kapal yang berjalan dari Atlantik ke Mediterania dan kebalikannya harus melewat selat ini terlihat oleh Karang Gibraltar. Juga, sangat banyak orang yang berjalan dari Eropa ke Afrika dan sebaliknya, melewati selat ini.


Dualautyangtakpernahbercampur1

Karena Selat Gibraltar merupakan pertemuan antara dua laut yang berbeda, yaitu laut Atlantik dan laut tengah, maka ada fenomena yang menarik yang terjadi di Selat Gibraltar. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah membaca mengenai artikel ini. Penulis hanya mencoba men"share" dan berbagi pengetahuan. Fenomena yang terjadi adalah air laut dari samudra Atlantik dan laut tengah walaupun bertemu di Selat Gibraltar namun kedua jenis air tersebut tidak bercampur. Dan garis batasnya pun dapat terlihat jelas seperti gambar di atas. Lantas kenapa fenomena ini bisa terjadi? Mari kita simak penjelasannya.

Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Dari atas ferry yang kami naiki, masih bisa terlihat dengan jelas mana air yang berasal dari Lautan Atlantik, dan mana air yang berasal dari laut tengah atau laut Mediterania. Kalau dipikir secara logika, pasti bercampur, nyatanya tidak bercampur. Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar, sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali. Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.


Gibraltar-3

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.

Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya. Subhannallah.


Gibrltar

Kapal ferry kami berangkat dari kota Tangier di Maroko menuju kota Al Gacera di Spanyol. Dari atas ferry aku melihat, warna kedua laut itu, sangat jelas berbeda. Subhanallah. Takjub sekali. Dalam penciptaan bumi dan langit, Allah memperlihatkan kebesaran-Nya, yang dipahami oleh machluk manusia yang mau berpikir.

Dan, hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an.


“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
(Q.S. Ar-Rahman:19-20)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
(Q.S. Al-Furqaan:53)


Penjelasan secara fisika modern baru ada di abad 20 M oleh ahli-ahli Oceanografi. Firman di Al Quran itu diturunkan di abad ke 7 M, empatbelas abad yang lalu. Jadi kalimat siapa itu? Yang pasti bukan kalimat Muhammad (yang butahuruf). Itu adalah kalimatnya Allah. Itu adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Maka nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan?

Luar biasa, pemandangan selat Gibraltar yang memiliki dua warna air sungguh menakjubkan. Sudah lama membaca dan memahami tafsirnya, tentang adanya dua warna air laut di Gibraltar. Alhamdullilah, saya sudah melihatnya. Sungguh nikmat sekali.


“Sesungguhnya dalam penciptaan bumi dan langit dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang orang yang berakal”. (Q.S.Al Imran : 190)

Laut Merah Banyuwangi

wisata laut merah banyuwangi wisata indonesia yang belum terjamah
wisata laut merah banyuwangi source:banyuwangi.us
Pulau Merah, demikian biasa orang menyebut pulau kecil yang berada di pantai Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
Pulau berbentuk bukit yang banyak ditumbuhi tanaman itu berada di dekat pantai yang pasir putihnya menghampar sejauh 3 kilometer.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, harus rela menempuh perjalanan sejauh 60 Kilometer dari pusat kota Banyuwangi.
Rute arah selatan Banyuwangi ini melalui jalan jalan pedesaan dan bebukitan. Bila mengendarai mobil, perjalanan bisa ditempuh selama hampir 2,5 jam.

pantai popoh

Pantai Popoh

tulungagung Pantai Popoh, adalah salah satu obyek wisata pantai yang terletak di Tulungagung, tepatnya di pesisir Samudra Hindia, 30 Km sebelah selatan kota Tulungagung.
Pantai yang langsung berhadapan langsung dengan laut Bebas Samudera Hindia ini memang banyak menawarkan keeksotikan keindahan panorama pantai, baik wisata bahari maupun keindahan deburan ombaknya.
Pantai Popoh merupakan salah satu obyek wisata andalan daerah Tulungagung, berbagai acara selalu diadakan di kawasan wisata ini baik itu musik ataupun acara-acara lain. Hampir setiap hari libur dan hari besar kawasan wisata ini selalu dipadati pengunjung, baik yang berasal dari sekitar Tulungagung maupun luar Tulungagung bahkan tidak sedikit yang berasal dari luar negeri.
Pantai Popoh berbentuk teluk dan berada di ujung timur pegunungan Kidul. Air yang cukup tenang, angin laut yang tidak begitu kuat, dan keindahan gunung disekitar teluk telah menjadi daya tarik utama pantai ini.

pantai di tulungagung

Ngalur dan Sanggar, Pantai Kembar Nan Jelita


Semenjak nama Pantai Ngalur dan Sanggar mulai dikenal publik, keduanya langsung menjadi magnet kuat di Tulungagung selatan. Kedua pantai tersebut tak henti-hentinya menyedot perhatian wisatawan. Semuanya dibuat penasaran oleh panoramanya yang konon masih alami.
Pantai Ngalur dan Sanggar terletak di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung. Lokasi pantai tersebut berjarak 24,6 km dari pusat Tulungagung dan berjarak 34,7 km dari Blitar. Demi membuktikan kebenaran keindahan pantai-pantai itu, kami rela melakukan perjalanan Blitar-Jengglungharjo yang jauhya bukan kepalang. Tujuan kami hanya satu. Yakni membuktikan keindahan kedua pantai tersebut dengan mata kepala sendiri.
Perjalanan ke Pantai Ngalur dan Sanggar ini kami mulai dari Kademangan dan langsung mengarah ke Kalidawir. Sampai di pertigaan Koramil Kalidawir kami berbelok ke selatan ke arah Kedungdowo. Selepas Kedungdowo, jalanan mulai menanjak karena memasuki area pengunungan selatan. Kami terus menyusuri jalanan gunung yang berkelok-kelok hingga menjumpai SMPN Tanggunggunung. Tidak jauh dari SMP tersebut, dapat dijumpai sebuah pertigaan. Dari pertigaan tersebut kami berbelok ke selatan untuk menuju Jengglungharjo. Meski rutenya simpel, kami tetap menyempatkan diri untuk bertanya pada warga setempat agar tidak tersesat. Alhamdulillah setelah melalui jalan yang benar, akhirnya kami sampai di pemukiman terakhir sebelum pantai. Di sini papan-papan petunjuk menuju pantai sudah dapat dilihat dengan jelas. Selanjutnya perjalanan tinggal mengikuti petunjuk jalan saja.
road to sanggarKondisi jalan menuju pantai sudah lumayan. Adanya pengelolaan secara sederhana, membuat jalanan menuju pantai menjadi mudah untuk dilalui. Jalannya memang masih berupa jalan tanah, tapi sudah bisa untuk lalu lalang kendaraan roda dua. Di setiap tanjakan juga telah dicor beton, sehingga memudahkan kendaraan dalam menanjak. Meskipun demikian, suasana adventure tetap dapat kami rasakan, karena  jalanan tersebut berkelok-kelok melintasi bukit-bukit yang masih alami.
Setelah melalui jalan yang berkelok-kelok, akhirnya kami sampai juga di pantai. Pantai pertama yang menjadi tempat transit kendaraan adalah Pantai Sanggar. Oke, pembuktian ini kami awali dari sini.
Pantai Sanggar
Pantai Sanggar adalah gerbang awal tujuan perjalanan ini. Di pantai ini kami dapat memarkir kendaraan, karena sudah disediakan tempat parkir sederhana. Setelah memarkir kendaraan kami langsung menikmati keindahan Pantai Sanggar.
pantai sanggar tulungagung
pantai sanggar jengglungharjo
sanggar
tebing jengger pantai sanggarTebing Jengger, ujung barat Pantai Sanggar
Pantai Sanggar benar-benar eksotis. Pasirnya putih dan lembut. Vegetasi di sekitarnya juga masih rapat, sehingga menambah kesan alami di pantai ini. Pemandangan utama yang dapat disaksikan adalah hamparan Tebing Jalu yang unik. Selain itu, tampak pula Pantai Ngalur yang berada tepat di timur pantai Sanggar.
pantai sanggarSetelah puas menikmati kejelitaan Pantai Sanggar, Pantai Ngalur pun menjadi destinasi selanjutnya.
Pantai Ngalur
Pantai Ngalur dapat dituju dengan menyeberangi bukit kecil di timur Pantai Sanggar. Kembaran Pantai Sanggar ini memiliki pemandangan yang lebih eksotis. Mungkin karena pantai ini masih relatif belum terjamah ketimbang Pantai Sanggar.
pantai ngalur tulungagung
pantai ngalur
ngalurNilai plus dari Pantai Ngalur adalah garis pantainya yang lebih panjang dari pada Sanggar. Vegetasinya juga lebih rapat. Namun pada dasarnya pemandangan di sini mirip dengan Pantai Sanggar, yakni pemandangan Tebing Jalu.

filosofi air

Nilai Filosofi Air - Maknanya Dalam Kehidupan

Thefilosofi.blogspot.com - Hiduplah seperti air. Mengalir dan bergelombang dengan tenang. Menjadi sumber kehidupan segala hal yang hidup. Tetapi, harus hati-hati dengan air, sebab jika air dibendung, ia mampu meratakan apapun yang dilewatinya. Hiduplah seperti air yang membentuk sesuai wadah air itu sendiri.


Air itu fleksibel di segala medan lokasi. Dia tidak pernah takut di keadaan apapun, dinamis. Air itu kuat. Sekeras-kerasnya batu akan rusak oleh tetesan air. Dirubah dalam bentuk apapun, air tidak akan hilang. Misalnya dipanaskan akan menjadi uap tapi zatnya tidak hilang, didinginkan akan membeku tapi zatnya tidak akan hilang juga.

Secara ilmiah, Hawking 1997 –fisikawan Amerika-- menyebut bahwa air adalah hidup yang bertipikal anomaly. Air memiliki anomali khusus dan hampir berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya. Proses pembekuan dan pencarian air demikian ritmik dan menjamin kehidupan apapun di sekitarnya. Menjadi apapun itu air, ia tetap memberi jaminan ketentraman bagi kehidupan.

Air, mengutif Moch. Hatta, tentu bukan gincu atau liftstik. Sebab pewarna (hijau, kuning, merah, hitam atau ungu) justru minta dilarutkan oleh air. Tanpa air, warna apapun tidak akan pernah menjadi sebuah keindahan. Fungsi warna-warna tadi, akan terjadi justru di saat air berkenan digunakan. Itulah mungkin kenapa, Thales –filosof Yunani abad ke 7 Sebelum Masehi—menyebut air sebagai asas kehidupan.
 

Arti Filosofi Air
Ada tiga filosofi air yang amat mulia dan analog dengan perilaku manusia:
Pertama, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.  
Tuhan menciptakan air agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya. Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada di posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya. Apalagi air identik dengan sumber kehidupan. Maka tidak salah jika sifat pertama ini dianalogikan dengan pemimpin yang melayani. Pemimpin yang melayani adalah sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang ia pimpin.

Kedua, air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong.
Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha mengisi kekosongan hati dari manusia lainnya. Dengan meniru sifat air, kita seharusnya bisa menjadi penolong bagi manusia lainnya yang sedang bermasalah atau kekurangan. Tentu, jika sifat air yang kedua ini benar-benar kita teladani, kita selalu memiliki waktu untuk melengkapi kehidupan manusia lainnya. Artinya, kita menjadi manusia yang senang menolong dan suka berbagi. Karena sebenarnya, batin kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita.

Ketiga, air selalu mengalir ke muara.
Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Sebenarnya saya tidak setuju dengan orang yang menggunakan pepatah “hiduplah mengalir seperti air” untuk menguatkan gaya hidup yang tidak punya arah dan serampangan. Justru sebenarnya dengan kita meniru air yang mengalir, kita seharusnya punya visi kehidupan. Hal utama yang patut diteladani dari perjalanan air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten. Bayangkan, ada berapa banyak hambatan yang dilalui oleh air gunung untuk mencapai muara? Mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi toh akhirnya ia tetap mengalir dan tiba di muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang beberapa minggu. Patut diingat, hal terpenting bukanlah waktu tempuh yang akan dilalui, tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai. (Sumber: Kompasiana)

cacing pita

Tubuh Penggemar Sashimi Digerogoti Cacing Pita

Liputan6.com, Guangzhou - Rasa cinta seorang pria China pada sushi dan sashimi nyaris membunuhnya. Gara-gara itu, seluruh tubuhnya dipenuhi cacing pita.

Suatu hari, pria yang tak disebut namanya itu memeriksakan diri ke dokter. Ia mengeluhkan sakit luar biasa di perutnya dan gatal di seluruh kulitnya.

Dokter yang melakukan pemindaian pada tubuh pasien, menemukan kodisi horor: cacing pita memenuhi badan pria tersebut setelah ia kebanyakan makan sashimi -- makanan ala Jepang berupa irisan daging ikan mentah.


Dokter yakin, ikan mentah yang dikonsumsi penderita telah terkontaminasi. Pasien akhirnya dirawat di Guangzhou No. 8, Rumah Sakit Rakyat di Provinsi Guandong di China timur.

Sejumlah penelitian menunjukan, mengonsumsi ikan mentah atau yang tak matang bisa mengakibatkan berbagai infeksi parasit.

Infeksi cacing pita terjadi setelah pasien menelan larva diphyllobothrium, yang ditemukan pada ikan tawar seperti salmon -- meski yang sudah diasinkan atau diasap. Salmon lahir di perairan air tawar, bermigrasi ke lautan, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi.

Kasus infeksi cacing pita diketahui meningkat di area-area miskin dengan sanitasi yang buruk. Namun, hal serupa juga ditemukan di negara maju.

Diduga, peningkatan kasus di negara maju diakibatkan makin meningkatnya popularitas sushi dan sashimi. Demikian ditulis di jurnal Canadian Family Physician.

"Makin meluasnya popularitas makanan Jepang, sushi dan sashimi, berkontribusi pada hal tersebut," kata penulis studi, Nancy Craig seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail, Kamis (25/9/2014).

"Makanan populer lain juga mungkin terkait, seperti filet (ikan) mentah yang diasinkan -- yang berasal dari Baltik atau Skandinavia. Juga carpaccio -- ikan atau daging mentah super-tipis yang biasa disajikan di Italia, salmon mentah, dan atau ceviche yang direndam cairan garam yang tak terlalu asin."

Sementara, Dr Yin dari Rumah Sakit Guangzhou No. 8 dalam situs that'smags.com mengatakan bahwa makanan yang terkontaminasi  telur cacing pita bisa menyebabkan cysticercosis -- kondisi ketika cacing dewasa masuk ke aliran darah seseorang.

Tipe infeksi ini tak bisa dianggap remeh. Bisa mengancam jiwa seseorang, jika cacing mencapai otak manusia.